Senin, 01 Februari 2010

ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN (DEPO PROGESTIN) DENGAN CEPHALGIA DI ......

Landasan Teori

A. Pengertian

Suntik KB 3 bulan adalah kontrasepsi yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara suntik intramuscular (di daerah bokong).

B. Cara Kerja

Cara kerja kontasepsi suntik 3 bulan (Depo provera) yaitu :

1. Menghalangi ovulasi dengan jalan menekan pembentukan LH.

2. Merubah lender serviks menjadi kental sehingga menghambat penetrasi sperma.

3. Menimbulkan perubahan pada endometrium sehingga tidak memungkinkan terjadi nidasi.

4. Merubah kecepatan transportasi ovum melalui tuba.

C. Cara Pemberian

Cara pemberian kontrasepsi suntik 3 bulan (Depo provera) yaitu :

1. Waktu pasca persalinan (Post partum)

Dapat diberikan pada hari ke 3 – 5 post partum atau 6 – 8 minggu pada pasca salin asal dipastikan ibu tidak hamil atau belum melakukan cortus.

2. Pasca keguguran (Post abortus)

Dapat diberikan setelah kuretase atau 30 hari pasca abortus asal ibu tidak hamil.

Depo provera disuntikkan secara ini pada muskulus gluteus agak dalam. Sebelum diberikan obat dikocok dulu sampai seluruh obat kelihatan betul-betul larut dan tercampur. Suntikan diberikan setiap 3 bulan.

D. Efektivitas

Efektivitasnya tinggi, cara pemberiannya sederhana, cukup aman. Angka kegagalannya 0 – 0,8 kehamilan/100 perempuan.

E. Keuntungan

Keuntungan penggunaan kontrasepsi 3 bulan yaitu :

1. Sangat efektif

2. Pencegahan kehamilan jangka panjang

3. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri

4. Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI

5. Efek samping sedikit

6. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

7. Membantu mencegah kanker endometrium

8. Mencegah kejadian kanker jinak payudara

9. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul

F. Kerugian

Kerugian dari penggunaan alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan yaitu :

1. Sering ditemukan gangguan haid, seperti :

a. Siklus haid yang memendek atau memanjang

b. Perdarahan banyak atau sedikit

c. Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak

d. Tidak haid sama sekali

2. Klien bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali suntikan).

3. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.

4. tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B atau infeksi HIV.

5. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.

G. Efek Samping dan Penanganannya

1. Gangguan haid

Penanganannya : Beri pil KB hari I – II masing-masing 3 tablet, selanjutnya hari ke IV 1 x 1 selama 4 – 5 hari (Amenorea).

Jika perdarahan berikan Lynolar 2 x 1 sehari sampai perdarahan berhenti.

2. Depresi

Penanganan : Berikan vitamin B6 50 mg 1 x 1 tablet.

3. Keputihan

Penanganan : Berikan anti cilioniergi seperti extract belladonna 100 mg, 2 x 1 tablet.

4. Jerawat

Penanganan : berikan vitamin A dan E dosis tinggi.

5. Perubahan berat badan

Penanganan : anjurkan diet dan olahraga teratur.

6. Pusing dan sakit kepala

Penanganan : Berikan paracetamol 3 x 1 sehari sehabis makan.

7. Hematoma

Penanganan ; Kompres dingin pada daerah yang membiru selama 2 hari selanjutnya diganti kompres hangat sampai kembali normal.

H. Indikasi

Indikasi penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan yaitu :

1. Usia reproduksi.

2. Telah memiliki anak ataupun belum mempunyai anak.

3. Ingin menggunakan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi.

4. Menyusui dan membutuhkan alat kontrasepsi yang sesuai.

5. Post abortus.

6. Anemia defisiensi besi.

7. Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen.

8. Sering lupa menggunakan pil.

9. Mendekati usia menopause.

I. Kontraindikasi

1. Hamil atau dicurigai hamil.

2. Perdarahan pervaginan yang belum jelas penyebabnya.

3. Penyakit hati.

4. Diabetes mellitus disertai komplikasi.

5. Menderita kanker payudara.


DAFTAR PUSTAKA

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri jilid 2. EGC : Jakarta.

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. EGC : Jakarta.

Prawirohardjo, Sarwono. 1994. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta.


ASUHAN KEBIDANAN

PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN (DEPO PROGESTIN)

DENGAN CEPHALGIA

DI ...........

Pengkajian

No. RMK : 12471

Tanggal : 14 Juli 2009

Jam : 09.45 WITA

A. Data Subjektif

1. Identitas

Istri Suami

Nama : Ny.S Tn.W

Umur : 24 tahun 26 tahun

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia

Agama : Islam Islam

Pendidikan : SMA SMA

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Swasta

Alamat Rumah : Jl. Astoria No.10 Banjarbaru

2. Keluhan Utama

Ibu mengatakan selama menggunakan KB suntik 3 bulan (Depo progestin) ia merasa pusing dan sakit kepala sejak 2 bulan yang lalu. Jadwal suntikan 7 Agustus 2009.

3. Riwayat Haid

Menarche : 13 tahun

Siklus haid : ± 28 hari

Lamanya : ± 8 hari

Banyaknya : 2 kali ganti pembalut

Dismenorea : Tidak ada

4. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu

No.

Hamil

Persalinan

Nifas

Anak

Tahun

Umur

Komplikasi

Penolong

Tempat

Cara

Keadaan

Komplikasi

Sex

BB/PB

Menyusui

1.

2008

Aterm

Tidak ada

Bidan

Rumah

Spontan

Normal

Tidak ada

2800/48

Ya

5. Riwayat Kesehatan

a. Ibu

Ibu tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti darah tinggi, kencing manis, jantung dan tidak ada menderita penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, HIV/AIDS.

b. Keluarga

Keluarga tidak ada menderita penyakit keturunan seperti darah tinggi, kencing manis, jantung dan tidak ada menderita penyakit menular seperti TBC, Hepatitis maupun HIV/AIDS.

6. Riwayat Sosial Ekonomi

a. Status Perkawinan

Kawin : Ya

Usia kawin : 22 tahun

Lama perkawinan : 2 tahun

Dengan suami sekarang : Ya

Isteri ke berapa dari suami sekarang : Pertama

b. Riwayat Kontrasepsi

Jenis kontrasepsi : Suntik 3 bulan

Lama pemakaian : 2 bulan

Masalah : Pusing dan sakit kepala

c. Data Biologis

1). Pola Nutrisi

Jenis makanan : Nasi, sayur, lauk pauk, buah-buahan dan susu

Porsi : 1 piring nasi, 1 mangkok sayur, 1 potong ikan

Frekuensi : 3 x sehari

Masalah : Tidak ada

Pantangan : Tidak ada

2). Personal Hygiene

Frekuensi mandi : 2 x sehari

Frekuensi gosok gigi : 2 x sehari

Frekuensi ganti pakaian : 2 x sehari

Kebersihan vulva : Setiap kali habis BAK, BAB dan saat mandi ibu selalu mencuci vulva dengan air biasa

3). Pola Aktivitas

Selama menggunakan alat kontrasepsi, ibu tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci dan menyapu.

4). Pola Eliminasi

a. BAB

Frekuensi : 1 x sehari

Warna : Kuning

Konsistensi : Lembek

Masalah : Tidak ada

b. BAK

Frekuensi : 3 – 5 kali sehari

Warna : Kuning

Bau : Amoniak

Masalah : Tidak ada

5). Pola Tidur dan Istirahat

Tidur siang : ± 2 jam (13.00 – 15.00 wita)

Tidur malam : ± 8 jam (20.00 – 05.00 wita)

Masalah : Tidak ada

6). Pola seksual

Frekuensi : 3 x seminggu

Masalah : Tidak ada

7. Data Psikologis

Ibu merasa cemas dan bingung dalam menghadapi keluhannya karena takut kalau terjadi penyakit.

8. Data Spiritual

Ibu tetap melaksanakan sholat 5 waktu, yasinan dan mengikuti pengajian-pengajian.

B. Data Objektif

1. Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Compos mentis

b. Tanda-tanda vital

TD : 100/80 mmHg

Nadi : 84 kali/menit

Suhu : 36,7oC

Respirasi : 24 kali/menit

Berat badan : 48 kg

Tinggi badan : 150 cm

2. Pemeriksaan Khusus

a. Inspeksi

Kepala : Rambut hitam, ikal, tidak rontok, tidak ada benjolan abnormal.

Muka : Tidak pucat, tidak tampak oedem, tidak ada jerawat.

Mata : Bentuk simetris, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak ikterik dan kelopak mata tidak oedem.

Hidung : Bentuk simetris, tidak ada polip, tidak ada sekret yang keluar.

Telinga : Bentuk simetris, tidak terdapat serumen, tidak ada cairan dan tidak ada tanda-tanda peradangan.

Mulut : Bibir tidak sianosis, tidak ada stomatitis, lidah tidak kotor, tidak ada caries pada gigi.

Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe serta tidak ada pelebaran vena jugularis.

Mammae : Bentuk simetris, putting menonjol, tidak ada benjolan abnormal.

Abdomen : tidak ada luka sikatrik, terdapat linea alba, tidak ada luka post operasi, tidak ada benjolan abnormal.

Genitalia : Tidak dilakukan karena tidak ada indikasi.

Ekstremitas : Bentuk simetris, tidak ada oedem pada tangan dan kaki, tidak ada varises, kuku jari tampak bersih dan tidak pucat.

b. Palpasi

Kepala : Tidak teraba benjolan abnormal.

Muka : Tidak teraba oedem.

Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid dan limfe serta tidak ada pelebaran vena jugularis.

Mammae : Tidak teraba benjolan abnormal.

Abdomen : Tidak teraba benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan.

Ekstremitas : Tangan dan kaki tidak teraba oedem dan tidak ada varises.

c. Auskultasi

Dada : Denyut jantung 80 kali/menit.

d. Perkusi

Nyeri ginjal : Negatif kanan dan kiri (-/-).

Reflek patella : Positif kanan dan kiri (+/+).

3. Pemeriksaan Penunjang

Tidak dilakukan karena tidak ada indikasi.

C. Assasement

Ibu akseptor KB 3 bulan (Depo progestin) dengan cephalgia.

D. Planning

1. Membangun hubungan saling percaya antara ibu dan bidan dengan cara bersikap ramah dan dopan kepada ibu. Hubungan baik sudah terjalin.

2. Memberitahu dan menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu, yaitu TD = 100/80 mmHg, N = 84 kali.menit, S = 36,7oC, R = 24 kali.menit. Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan.

3. Memberikan penjelasan kepada ibu untuk mengurangi kecemasan ibu bahwa keluhan yang dirasakan ibu yaitu sakit kepala merupakan salah satu efek samping dari penggunaan KB suntik 3 bulan karena masih dalam penyesuaian hormone dalam tubuh, hal ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Ibu telah mengerti dengan penjelasan yang diberikan.

4. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makan-makanan bergizi seperti sayuran hijau, lauk pauk, buah-buahan dan susu. Ibu berjanji akan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

5. Memastikan kembali kepada ibu untuk tetap menggunakan KB suntik 3 bulan atau ingin mengganti dengan kontrasepsi lainnya. Ibu tetap ingin menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulan.

6. Berkolaborasi dengan bidan untuk memberikan terapi pengobatan untuk mengurangi keluhan ibu dan memberitahu cara meminumnya yaitu paracetamol 3 x 1 sehabis makan.

7. Memberitahu ibu untuk dating kembali pada tanggal suntik atau jika ada keluhan. Ibu mengatakan akan datang kembali pada tanggal suntik atau jika ada keluhan.

8. Mencatat hasil yang dilakukan ke dalam asuhan kebidanan. Asuhan kebidanan telah dicatat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar